Ads 120 X 160px

Tampilkan postingan dengan label Horror. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Horror. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Juni 2010

[horror] Misteri Boneka Setan Yang Rambutnya Tumbuh Bertambah Panjang

waaahh... tengah malem ney, cucok buad ngomongin yang berbau horor2... cekidot gan...


Misteri Boneka Okiku Dari Jepang, Boneka Setan!!!
Quote:

Misteri Boneka Setan Yang Rambutnya Tumbuh Bertambah Panjang . Pertama kali mendengar tentang boneka okiku ini sekitar 1 bulan silam tepatnya pada acara cerita horor radio malam jumat. Menurut penuturan orang yang pernah melihat boneka ini, boneka ini memang seram dengan segala nuansa non logisnya. Bagaimana bisa benda mati bisa menumbuhkan rambutnya terus menerus.

Hampir seperti jenglot, boneka ini benar-benar di luar nalar. Seorang peneliti jepang mengungkapkan bahwa dari hasil uji forensik rambut yang ditumbuhkan boneka ini sama persis dengan rambut pada anak usia 10 tahun.

Nama Okiku ini diambil dari seorang anak yang sedang bermain dengan boneka dengan ukuran tinggi 40 sentimeter, berpakaian kimono dengan mata hitam seperti manik-manik dan rambut yang lebat. Boneka Okiku telah ada di kuil Mannenji di kota Iwamizawa Prefektur Hokkaido) sejak tahun 1938.

Awalnya boneka ini dibeli tahun 1918 oleh seorang pemuda bernama Eikichi Suzuki di sapporo, Di sana ia melihat sebuah boneka cantik Jepang dengan Kimono. Boneka ini dibeli Eikichi untuk adiknya yang berumur 2 tahun yang bernama Okiku, anak ini sangat menyenangi boneka ini dan memainkannya setiap hari.

Tapi sayang, Okiku meninggal tak lama setelah itu karena demam. Kemudian pada saat pemakamannya, Keluarga ingin memasukkan boneka ke dalam peti mati-nya tapi entah mengapa mereka lupa. Keluarga gadis tersebut kemudian menempatkan boneka itu di altar rumah tangga dan berdoa untuk setiap hari dalam rangka memperingati Okiku.
Beberapa waktu kemudian, mereka melihat rambut mulai tumbuh.Menurut cerita ini merupakan roh dari gadis itu yang berlindung di dalam boneka itu.

Tahun 1938 keluarga Suzuki pindah ke shakalin, boneka okiku akhirnya dititipkan di kuil Mannenji di Hokkaido. Menurut pendeta di kuil itu, boneka tradisional jepang selalu berambut pendek, dia juga membenarkan kalau rambut boneka okiku terus memanjang, walaupun dipotong terus secara berkala, tapi rambutnya tumbuh terus. Menurut kuil, boneka tradisional awalnya memiliki rambut dipotong pendek, tapi seiring waktu terus bertambah panjang sekitar 25 sentimeter, hingga ke lutut boneka.Meskipun rambut boneka ini dipotong secara berkala , namun menurut cerita rambut tersebut tumbuh lagi.

Cerita ini telah menginspirasi berbagai macam film-film horor jepang populer salah satunya adalah film Haunted School.
Read more..

Foto MistiS

NI gan mistis abis

Spoiler for mistis:





Spoiler for mistis:


Spoiler for mistis:


Spoiler for mistis:


Spoiler for mistis:


Spoiler for mistis:


Spoiler for mistis:


Spoiler for mistis:


Spoiler for mistis:


Spoiler for mistis:


Spoiler for mistis:


Spoiler for mistis:
Spoiler for mistis:

semoga agan agan semua terhibur
tx....
Read more..

Senin, 14 Juni 2010

Tempat-Tempat Paling Angker di Jepang, Serrremm

Orang Jepang percaya bahwa semua manusia memiliki Roh yang dalam bahasa Jepang disebut Reikon. Nah, ketika seseorang meninggal mendadak atau dengan cara yang tidak menyenangkan, maka reikon tadi berubah menjadi Yurei. Yurei yang biasanya diartikan sebagai “roh halus” ini menjadi jembatan bagi mereka ini untuk dapat bergerak kembali ke dunia fisik

Yurei cenderung berada di tempat di dekat mereka meninggal. Biasanya Yurei ini akan muncul sekitar jam 2 atau 3 subuh, yang dipercaya merupakan saat dimana jarak antara dunia roh dan dunia fisik sangat dekat dan selubung pemisah antara kedua dunia ini berada dalam kondisi sangat lemah.

Menurut teori diatas, tentunya tempat yang paling berhantu di Jepang, adalah tempat di mana pertempuran terjadi atau tempat-tempat dimana basis militer berada

Pangkalan Udara Angkatan Laut Atsugi

Lokasi Pangkalan Udara Angkatan Laut Atsugi ini berada di selatan Tokyo. Sejarah yang ada ternyata memiliki rahasia, antara lain bahwa sebenarnya pangkalan ini berawal dari pangkalan U-2 CIA. Salah satu hantu yang terus menerus berjalan tanpa tujuan di pangkalan ini adalah hantu seorang marinir muda yang tewas akibat kecelakaan kendaraan pada tahun 1960-an

Hangar Atsugi
Hangar ini berada di sisi terjauh dari pangkalan ini. Hangar yang ada sekarang dibangun diatas hangar lain yang digunakan oleh para pilot Kamikaze Kekaisaran Jepang. Di tempat ini, banyak pilot yang membunuh diri karena merasa malu atas menyerahnya Jepang pada PD II. Dikatakan bahwa di hangar ini, pintu sering terbuka-tutup dengan sendirinya dan terkadang ada mata merah melayang-layang tanpa adanya tubuh

Rumah Sakit Lapangan – Prefektur Kanagawa

Rumah sakit yang berada di pangkalan militer Sagami Depot ini, merupakan tempat di mana banyak sekali berbagai kejadian aneh yang tidak dapat dijelaskan muncul. Bangunan ini jarang sekali, bahkan hampir tidak pernah digunakan. Tapi berbagai laporan menemukan bahwa terkadang jendela terbuka dan beberapa pintu terkunci dengan sendirinya. Bahkan banyak sekali laporan patroli yang mengatakan mendengar adanya seseorang atau sesuatu berjalan di dalam bangunan tersebut.

Barak Iwakuni, 1687, Kamar 301

Beberapa tahun lalu, seorang Marinir yang tinggal di dalam ruangan tersebut melakukan bunuh diri. Ia memecahkan cermin dan memotong nadinya dengan salah satu pecahan cermin tadi. Semenjak saat itu, berbagai laporan dari prajurit lain yang tinggal di kamar tersebut mengatakan bahwa terkadang ketika mereka melihat kedalam cermin yang ada di ruangan itu di malam hari, mereka bertatapan dengan arwah Marinir muda itu

Hiroshima dan Nagasaki

Sebagai tempat meledaknya bom atom, tentunya tempat ini akan menjadi tempat para arwah yang penasaran karena bom atom di Perang Dunia II masih terus berkeliaran. Warga kota sering mendengar suara pada saat subuh, suara-suara yang berteriak meminta tolong dan menagis.

Okinawa: Camp Hansen- Gerbang Nomor 3

Setelah senja turun, setiap akhir pekan, akan ada seorang prajurit berkostum prajurit perang dunia II, dengan darah dimana-mana dan sebatang rokok akan meminta api kepada penjaga gerbang. Begitu penjaga gerbang menyalakan rokok prajurit muda ini, maka dia akan hilang entah kemana,

Tokyo: Mansion Akasaka

Salah satu tempat yang paling serem di Jepang

Salah satu tempat yang paling serem di Jepang

Banyak tamu yang menginap di tempat ini melihat sesosok hantu melayang di kaki ranjang, dan diikuti dengan kabut putih yang masuk ke dalam ruangan melalui ventilasi udara, dan kemudian diikuti juga dengan perubahan temperatur di dalam ruangan.

Beberapa tamu bahkan melaporkan merasakan ada seseorang mengelus kepalanya pada saat tertidur, dan seseorang mengaku diseret dari ranjang, ke ujung ruangan, dan kembali lagi ke ranjang. Laporan ini diikuti dengan bukti bekas luka gesek di punggungnya!

Pangkalan Angkatan Laut Yokosuka: Lorong Gridley

Hantu yang berada di dalam lorong rendah satu arah yang melintasi bawah bukit ini dipercaya sebagai hantu seorang samurai yang berusaha membalaskan dendam atasannya ketika ia disergap dan tewas di lorong tersebut. Karena misinya gagal, ia tidak dapat meninggalkan tempat tersebut bahkan sampai kematiannya.

Berbagai laporan adanya seorang Samurai di dekat lorong ini membuat berbagai kecelakaan kendaraan bermotor dalam beberapa tahun terahir ini.

Pinggiran Tokyo: Mansion Himuro
Rumah ini adalah rumah yang dijadikan sebagai dasar pembuatan game “Fatal Frame”. Mansion Himuro adalah tempat pembantaian suatu keluarga secara kejam, dan kemudian jenazah mereka di korbankan secara ritual.

Berbagai cerita seram muncul dari tempat ini. Termasuk terkadang penampakan anggota keluarga, atau tapak tangan berdarah dan cipratan darah yang muncul secara misterius di tembok. Terkadang muncul seorang gadis mungil berbalut kimono yang tampak di jendela. Misteri yang semakin menambah seram rumah ini adalah adanya jaringan lorong bawah tanah yang luas di bawah rumah ini

Yokohama: Ikego – Gerbang Tengah

Gerbang tengah ini adalah tempat berdirinya kamp konsentrasi di era PD II. Di tempat ini, ribuan orang Korea dan china dipaksa bekerja dan kemudian dibunuh oleh prajurit Jepang. Tempat ini sekarang menjadi perumahan bagi staff Militer Amerika. Di tempat ini terdapat lima pembakaran sampah dan tiga gerbang yang memisahkan antara perumahan tersebut dengan perumahan komunitas Jepang. Di gerbang tengah, banyak sekali penjaga yang melaporkan mendengar suara bicara dan suara langkah, dan mereka merasakan seakan-akan di awasi oleh mata yang tidak tampak.

Penampakan yang sering muncul adalah seorang prajurit Jepang di masa PD II dalam seragam coklat tanpa kaki melayang-layang antara gerbang tengah dan gerbang ketiga.

Read more..

Minggu, 06 Juni 2010

Cincin Kimpoi

Tahun 1944, Lorraine Johnson adalah seorang ibu rumah tangga muda yang baru menikah yang hidup di kota kecil Driftwood di Pennsylvania, Amerika Serikat. Suaminya, Charles Johnson adalah seorang pilot pesawat pembom dari Angkatan Udara Amerika Serikat yang tengah bertugas di Eropa dalam usaha pasukan Sekutu merebut kembali negara-negara di Eropa yang tengah diduduki Nazi Jerman pada saat itu. Mereka belum dikaruniai seorang anak. Namun Lorraine sangat akrab dengan lingkungan sekitarnya termasuk semua tetangga-tetangganya. Lorraine sangat mengenal mereka satu persatu. Di lingkungan Lorraine tinggal, terdapat sebuah gereja di mana Lorraine sangat aktif mengikuti kegiatan-kegiatan di gereja tersebut terutama setelah sang suami berangkat ke Eropa untuk berperang. Di gereja itulah biasanya juga orang mendengar mengenai berita-berita perang di garis depan, selain itu gereja itu juga sebagai tempat bersosialisasi para jemaahnya, karena itulah Lorraine sangat mengenal jemaah-jemaah gereja tersebut yang kebanyakan tentu adalah tetangga-tetangganya dan juga pendeta Paul Reeves, pendeta di gereja itu.

Suatu malam, atau tepatnya pagi dini hari, sekitar pukul 2, Lorraine terbangun dari tidurnya, ia mendengar lonceng gereja dibunyikan. Ia sedikit terkejut karena itu bertanda bahwa jemaah diajak berkumpul di gereja tersebut. Iapun sangat was-was karena tidak biasanya pendeta Reeves mengumpulkan jemaahnya di pagi buta seperti ini. Mungkin ada berita sangat penting yang harus disampaikan sehingga harus mengumpulkan jemaah sepagi ini, begitu fikir Lorraine dengan hati cemas. Lalu dengan berpakaian secukupnya Lorraine segera bergegas menuju gereja itu. Setelah sampai di gereja itu, Lorraine melihat gereja telah dipenuhi oleh jemaah, namun ia sangat heran karena tidak ada satupun jemaah yang ia kenal dan pula pendeta yang berbicara di atas mimbar juga bukan pendeta Paul Reeves yang ia kenal. Namun Lorraine berusaha untuk tetap tenang dan tidak banyak bertanya lalu ia mulai mendengar pendeta ‘asing’ tersebut berbicara di atas mimbar. Namun tiba-tiba pendeta tersebut berkata “Mari kita kumpulkan dana, untuk gereja kita dan juga bagi mereka-mereka yang tengah berperang demi keadilan di seberang lautan sana!” begitu himbau sang pendeta. Lalu seseorang dengan nampan kecil mulai mendatangi satu-persatu jemaah untuk dimintai sumbangannya didampingi oleh sang pendeta. Ketika sampai pada giliran Lorraine, ia baru sadar bahwa ia tak membawa uang sesenpun.

“Maaf pak pendeta tapi saya benar-benar lupa membawa uang” begitu ucap Lorraine.

“Tapi, anda sebaiknya menyumbang karena ini penting buat keadilan dan memenangkan perang” begitu ujar sang pendeta membalas ucapan Lorraine.

“Kalau begitu pak pendeta, izinkanlah saya pulang dulu sebentar untuk mengambil uang” begitu pinta Lorraine selanjutnya.

“Tak perlu, nyonya! Anda mempunyai cincin kimpoi di jari manis anda! Relakanlah itu! Tuhan akan memberkatimu Nyonya!” Begitu pinta sang pendeta.

“Tapi pak pendeta! Ini cincin kimpoi saya dan suami saya! Saya mohon, izinkanlah saya pulang untuk mengambil uang” begitu pinta Lorraine sekali lagi.

“Tak perlu! Ayo relakan!” Begitu pinta sang pendeta sekali lagi dengan sangat memaksa. Dan tiba-tiba seluruh jemaah yang ada di gereja itu serentak mengatakan “Relakan! Relakan! Relakan!” dalam bentuk sebuah koor. Karena malu, takut dan bingung dengan berat hati Lorraine mencabut cincin kimpoinya dari jari manisnya untuk diserahkan kepada orang yang membawa nampan tersebut. “Terima kasih!” begitu kata sang pendeta dengan nada datar. Karena sedih Lorraine segera menutup muka dengan kedua tangannya. Namun tiba-tiba ada seseorang yang menepuk bahunya sambil berkata:

“Lorraine!” begitu sapanya dengan ramah. Suara itu sangat ia kenal.

“Pendeta Reeves!” Lorraine membalas sapaan itu dengan hati lega.

“Sedang apa kamu di sini pagi-pagi begini Lorraine?” begitu tanya pendeta Reeves keheranan.

“Saya sedang menghadiri pertemuan di gereja ini, bukankah begitu?” jawab Lorraine.

“Pertemuan apa?????” tanya pendeta Reeves penuh keheranan.

Lorraine tiba-tiba tersadar bahwa ruangan gereja tempat ia berada ternyata kosong dan gelap.

“Sudahlah Lorraine! Ayo pulang! Mungkin anda terlalu lelah dan tertidur di gereja dan bermimpi. Atau bisa jadi anda berjalan sambil tidur!” begitu balas pendeta Reeves sambil tersenyum dan setengah bercanda.

“Tapi pendeta Reeves, pertemuan tadi sangat nyata!” dan tiba-tiba Lorraine tersadar bahwa cincin kimpoinya telah hilang dari jari manisnya.

“Pendeta Reeves, tadi saya menyerahkan cincin saya sebagai sumbangan dan kini cincin kimpoi saya benar-benar hilang, bagaimana ini bisa terjadi? Pertemuan tadi jelas-jelas nyata” sanggah Lorraine.

“Sudahlah Lorraine! Mungkin anda melepas cincin kimpoi anda dan anda lupa meletakannya di suatu tempat di rumah. Sudahlah, mari saya antar pulang! Kalau kamu mau bicara kita lanjutkan esok hari” begitu kata pendeta Reeves dengan ramah. Karena merasa agak malu dan tidak ingin mengganggu pendeta Reeves lagi, maka Lorraine segera memenuhi permintaan pendeta Reeves untuk pulang ke rumah.

Pukul 7 pagi, ketika Lorraine hendak membuat sarapan untuk dirinya, tiba-tiba bel pintu rumahnya berbunyi. Lorraine segera bergegas membukakan pintu. Ternyata dua orang dari Angkatan Udara membawa sebuah surat.

“Maaf nyonya! Kami harus mengantarkan berita duka ini!” Begitu kata salah satu di antaranya sambil membuka topi militernya sebagai tanda penghormatan. Mendengar hal itu tiba-tiba Lorraine menjadi sangat lemas, namun ia masih berusaha untuk membaca surat resmi dari Angkatan Udara tersebut. Di situ dijelaskan bahwa Charles Johnson, suami Lorraine tewas seketika karena pesawat bombernya ditembak hancur di udara oleh meriam anti serangan udara Jerman di atas daerah Fougères di Perancis. Pesawat tersebut tepat tertembak pada saat Lorraine melepaskan cincin kimpoinya pada saat di gereja malam itu.

(Diadaptasi dari : The Greatest Mystery Stories)
Read more..

IP anda

IP

Right

Labels

Daftar Link