Ads 120 X 160px

Kamis, 11 Februari 2010

Seorang Ibu meninggal setelah 38 tahun merawat anaknya yang koma


Kasih ibu kepada beta tak terhingga sepanjang masa, hanya memberi tak harap kembali ... Sepenggal syair lagu itu benar-benar mengena pada sosok ibu asal AS ini. Wanita berusia 80 tahun itu selama berpuluh-puluh tahun merawat putrinya yang mengalami koma.

Sampai akhirnya ibu penuh kasih itu meninggal, mendahului putrinya yang hingga saat ini masih terbaring dalam koma berkepanjangan.Kaye O'Bara menutup mata untuk selamanya di rumahnya di Miami Gardens, Florida. Kamar yang selama ini ditempatinya bersama putrinya, Edwarda sejak 1970 silam. Kaye meninggal dalam tidurnya. Dia telah bertahun-tahun menderita penyakit jantung. Semasa hidupnya Kaye pernah berjanji tak akan pernah Meninggalkan Edwarda yang ketika itu masih remaja. Janji itu dimulai sejak Edwarda jatuh koma akibat penyakit diabetesnya 38 tahun yang lampau.

"Kami kira dia akan hidup melampaui kami semua. Wanita itu begitu kuat," kata keponakan Kaye, Pamela Burdgick seperti dilansir harian News.com.au, Sabtu (8/3/2008).

Selama kurun waktu 38 tahun, kisah pengabdian Kaye kepada putrinya, Edwarda menarik simpati banyak orang. Para pengunjung yang jumlahnya tak terhitung lagi mendatangi rumah Kaye. Bahkan ada pula sebagian orang yang datang dari Jepang untuk ikut merayakan ulang tahun Edwarda.

Kisah Kaye telah dituangkan dalam buku laris karya Dr. Wayne Dyer yang berjudul A Promise Is A Promise: An Almost Unbelievable Story of a Mother's Unconditional Love and What It Can Teach Us.

Edwarda, penderita diabetes, mengalami flu sebelum Natal 1969. Beberapa hari kemudian kondisinya memburuk dan orangtuanya, Kaye dan suaminya, Joe, membawanya ke rumah sakit.

Beberapa saat sebelum Edwarda kehilangan kesadarannya, remaja putri itu sempat bertanya kepada ibunya: "Janji ibu tidak akan meninggalkan saya, janji ya?" Kaye pun berjanji tidak akan pernah meninggalkan anak perempuannya itu. Itulah kata-kata terakhir yang disampaikan Kaye sebelum anaknya koma berkepanjangan. Dan Kaye menepati janjinya.

Kaye dengan teratur membalik tubuh putrinya tiap dua jam supaya tidak mengalami nyeri akibat berbaring terlalu lama. Kaye memberinya makan berupa campuran makanan bayi dan susu bubuk melalui tube, menyuntikkan insulin, memutar alunan musik, membacakan buku untuk Edwarda dan tak lelah berdoa di samping tempat tidur Edwarda supaya suatu hari nanti putrinya itu akan sadar kembali.

Bagi Kaye, mengurus putrinya itu bukanlah beban, melainkan berkat. Kaye sangat yakin, Edwarda akan terbangun. "Bagi saya, dia hampir sadar. Kadang-kadang saya merasa mendengar dia bicara: Ibu, saya baik-baik saja," kata Kaye kepada media AS, Miami Herald beberapa waktu lalu.

Namun kini Kaye telah pergi untuk selamanya. Dia meninggalkan Edwarda yang masih terbaring koma entah sampai kapan. Adik Edwarda, Colleen O'Bara mengatakan, keluarga akan terus merawat Edwarda di rumah mereka. Sama seperti Kaye, Colleen juga yakin kakaknya itu akan sadar suatu hari nanti.

Suami Kaye, Joe mengalami serangan jantung pada tahun 1972 dan meninggal dunia empat tahun kemudian. Sejak itu, Kaye mengurus Edwarda dengan menggunakan tunjangan sosial dari pemerintah dan dana pensiun suaminya, ditambah lagi dengan sumbangan dari orang-orang.

Kejadiannya emang dah lama sih, tp bisa dijadikan renungan kok.. Kasih Ibu tuh trnyata emang bner sepanjang masa, bukan hanya pepatah semata.. Inilah faktanya.. (Hiksss... Jadi terharu)

Read more..

Kereen, Ubud Kota terbaik se-Asia


Pemberian penghargaan bagi Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, sebagai kota terbaik se-Asia berdasarkan pilihan 25 ribu pembaca majalah Conde Nast Traveler, memberikan konsekuensi berat menata kesemrawutan yang terjadi di kampung seni itu.

"Kita bersyukur dan gembira, Ubud dipilih sebagai kota terbaik se-Asia dengan skor 82,5 mengalahkan Bangkok, Hong Kong, Chiang Mai, dan Kyoto. Tetapi hal itu juga membawa konsekuensi berat untuk menata kondisi yang ada, seperti kesemrawutan yang terjadi di mana-mana," kata Bupati Gianyar Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati di Puri Ubud, Sabtu (30/1) malam.

Cok Ace --panggilan akrab Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati-- mengungkapkan hal itu usai menerima plakat penghargaan tersebut, baik selaku Bupati Gianyar, tokoh keluarga Puri Ubud, selaku Ketua PHRI Bali, maupun atas nama Ubud Hotels Association.

Penghargaan tersebut sedianya diserahkan langsung oleh Chris Mitchell, wakil presiden dan penerbit Conde Nast Traveler. Namun karena berhalangan hadir, kemudian diwakilkan kepada All Purwa, perwakilan dari Bali Tourism Board.

Mitchell, dalam pesannya menyatakan terima kasih kepada wisatawan yang telah berkunjung dan memilih Ubud sebagai kota terbaik. Kriteria pilihan yang memberikan nilai tertinggi adalah keramahtamahan masyarakat Ubud, selain aspek atmosfir atau suasana, budaya/situs, akomodasi, restoran, dan tempat berbelanja.

Cok Ace mengatakan, hal mendesak yang perlu segera ditangani terutama kesemrawutan arus lalulintas, parkir di perkotaan, pasar, penataan dan pengamanan kawasan pantai serta daerah aliran sungai Pakerisan.

Hal tersebut disampaikan Cok Ace, setelah Pande Suteja Neka selaku perwakilan masyarakat Ubud, mengatakan bahwa dari apa yang dilihat dan dialaminya sejak tahun 1966, kini kondisi Ubud semakin semrawut, sehingga perlu segera dibenahi melalui penataan yang serasi dengan lingkungan.

"Saya ingin menegaskan, bahwa pendapat ini bukan berarti tidak setuju dengan pemberian penghargaan itu. Saya berpikir, kalau kita bisa mengatasi kesemrawutan yang terjadi hingga menjadi lebih baik dan serasi dengan lingkungan kampung seni ini, tidak mustahil Ubud akan mendapat penghargaan sebagai kota terbaik sedunia," ucap pemilik dan pengelola Museum Seni Neka itu.

Cok Ace menjelaskan, penataan Ubud yang menjadi jantung seninya Bali, dengan mengandalkan seni budaya dan keindahan lingkungan alam sebagai daya tarik wisata, juga telah mendapat kesepatakan dengan Pemerintah Provinsi Bali.

Demi menjaga dan melestarikan potensi kepariwisataan Ubud, penataan kampung seni itu, termasuk upaya pengendalian bangunan sarana pendukung pariwisata agar tidak terus merambah persawahan yang asri, juga menjadi perhatian pemerintah provinsi. "Masyarakat bersama pemerintah akan terus menjaga potensi pariwisata Ubud agar bisa lestari, termasuk upaya pengembangan seni budaya yang kini bisa terus semarak. Malam ini saja, sedikitnya ada delapan lokasi panggung seni budaya," tambahnya.

Mario Blanco, putra maestro pelukis almarhum Antonio Blanco, berharap kampung seni itu akan bisa setara dengan Prancis sebagai pusat seni dunia. "Pusat seni dunia sejak dulu berkiblat ke Prancis. Kini saatnya kita bersama-sama mewujudkan Ubud agar juga bisa menjadi pusat seni dunia," kata Mario, yang mengembangkan Museum Antonio Blanco di Ubud.

Penyerahan plakat penghargaan kota terbaik se-Asia, mengalahkan Bangkok yang mendapat skor 82,2, Hongkong (81,3), Chiang Mai (80,9), dan Kyoto (80,2) itu, dihadiri berbagai kalangan, termasuk para ekspatriat asal berbagai negara yang tinggal di sekitar Ubud.

Read more..

Minggu, 24 Januari 2010

Proses Pembuatan Processor

Sebelumnya saya juga tidak tahu, kalau ternyata processor sebenarnya terbuat dari pasir. Gara-gara dosen saya yang mengajukan sebuah pertanyaan tentang bahan inti dari processor itu sendiri. Berawal dari presentasi paper untuk memenuhi tugas akhir semester, semula saya berpikir dosen saya itu cuma bercanda, tapi melihat ekspresinya yang serius saya mulai mencari info-info tentang bahan inti dari processor dan bagaimana cara pembuatannya. Ternyata hasilnya benar, processor terbuat dari pasir. Dibawah ini adalah penjelasan yang saya dapatkan.

Untuk penjelasan lebih lengkap, silakan klik disini
Read more..

Selasa, 12 Januari 2010

Dimanakah Keadilan Hukum di Negara ini??

Negara kita yang berkeyakinan pada pancasila memiliki kekuatan hukum yang bersifat melindungi rakyatnya. Aparat hukum yang harusnya mengayomi masyarakat, sekarang tidak lagi melaksanakan kewajibannya sebagai pengayom masyarakat. Dijaman sekarang, asalkan sekarang ada uang semua masalah akan menjadi mudah. Itu juga terjadi pada hukum di negara ini.

Kita ambil contoh saja, kasus korupsi yang menimpa Artalyta S. Gara-gara dia, banyak masyarakat kecil yang menderita. Ya karena orang-orang seperti dia yang mencuri uang rakyat. Tapi kenapa, tahanan seperti dia yang termasuk tahanan kelas kakap mempunyai fasilitas lebih didalam penjara?? Kita lihat saja penjara yang dia tempati, serasa berada didalam hotel bintang 5. Semudah itukah petugas rutan luluh hanya karena uang?? Memang jika uang sudah bicara, semua akan menjadi luluh.

Selain itu masih banyak sekali kasus, dimana orang-orang berduit bisa lolos dari jeratan hukum. Tetapi jika kita melihat dari sisi orang-orang yang tidak berduit, walaupun sekecil apapun masalah mereka dengan hukum. Mereka bisa dengan mudah ditahan sampai bertahun-tahun. Seperti contoh dari tahun kemarin ataupun tahun sekarang. Betapa kita melihat adanya perbandingan yang sangat jelas, dimana keadilan dinegara kita ini hanya punya orang-orang yang berkuasa dan memiliki uang saja.

Sekarang kita bandingkan dari sisi orang kecil yang tidak memiliki kekuasaan apalagi uang. Pada tahun 2009 kemarin ada 2 orang yang hanya mencuri satu buah semangka, mereka diserahkan pada pihak kepolisian dan dituntut 2 tahun penjara. Kemudian ada juga seorang pekerja dipabrik kapas yang hanya mengambil buah randu yang sudah jatuh, dia juga harus berurusan dengan kepolisian. Dan yang masih baru adalah pada awal tahun 2010, terdapat seorang nenek berumur 75 tahun yang harus rela dipenjara karena menjamin hutang anaknya yang tidak kuat bayar dan nenek tersebut ditahan 4 tahun penjara. Dari masalah tersebut, apakah tidak bisa ditangani secara kekeluargaan?? Apakah harus selalu uang yang berbicara??

Dimana letak keadilan dari semua masalah ini?? Mereka yang berkuasa, yang mencuri uang rakyat sampai bertriliun-triliun rupiah bebas berkeliaran. Toh kalaupun sudah ditangani secara hukum, pasti proses hukumnya berbelit-belit. Ataupun bebas dengan cepat. Sedangkan orang kecil yang hanya mencuri tidak kurang dari 50 ribu rupiah, dengan mudahnya ditahan. Apa karena mereka tidak memiliki kekuasaan?? Apa karena mereka tidak memiliki uang untuk membayar?? Tidak ingatkah penguasa-penguasa yang telah mencuri uang rakyat, dari mana uang yang telah mereka curi?? Mereka dengan mudahnya mencuri uang rakyat, tetapi rakyat yang harus menanggung akibatnya.

Jadi tidak salah kalau saya bertanya, dimana sie keadilan hukum di negara nie?? kug kayaknya punya orang2 berduit ajah...
Read more..

Senin, 11 Januari 2010

Liburan... mau ngapain ya???

musim liburan??? hwaaa... tiket mudik jadi mahal, tempat hiburan jadi rame... tiket masuknya jadi ikutan naek tarif. Jadi susah juga liburan kalo kantong lagi pas-pasan, belom lagi ongkos, jajan plus makan, dan laen-laen... hiksss...

mending liburan ngapain yah... yang bikin fresh tapi bikin irit kantong? hehe maunya ^_^

>> Mancing <<

Kayaknya asik nih buat yang hobby merenung, suka ketenangan, dan kesabaran, kalo aku mah seneng banged mancing. asal ada yang nemenin. hal paling aku seneng, kalo udah dapet ikannya. ada kesenangan tersendiri didalam hati. apalagi hasil pancingannya langsung dimasak ditempat. wuiddiih mantebs jaya. jadi ikan bakar atau ikan goreng. hoho (jadi ngiler) ^^


>> Benerin Genteng + bersih2 rumah <<

Naah kalo yang bagian ini bisa bikin emak dirumah suenneeng... selain kesenangan tersendiri, juga dapet pahala looh. ahaaksss... Intinya sih beres2 rumah, yah ngerapihin baju, beresin buku2... dll degh yg penting ada kegiatan positif. betul kagak???


>> Hang out <<

Hang Out bisa di Mall, di pinggir kali, di rumah calon mertua... whahaha... dimana aja bisa hang out, asal mood nya pas, pasti enak ditambah lagi ada temen yang bersedia menemani. khan kalo hang out d mall gak beli, pokoknya bisa cuci mata, pikiran jadi fresh... tapi paling enak lagi kalo hang out deket warung, kali aja ada yg ngasih makan gratiss... haha Ngarep, pliss de :p


>> Nonton <<

Nonton bisa jadi alternatif nih. Mau nonton bioskop, VCD/DVD bajakan, nonton pertandingan bola, nonton preman berantem dan sebagainya... hahahaha... Tapi paling enak pinjem DVD, terus nonton di kamar de sambil ngemil. jadikan suasana kamar seperti layakna bioskop. tambah mantabs lagi tuwh.


>> Tidur <<

Wkkkk ikutan Germo alias Gerakan Molor se Indonesia juga asik tuh, murah meriah. Asal tidurnya jangan bareng2 sama pacar elo, tar gak jadi tidur... hyaaahhh ampuun Dj...


>> Ngoprek Komputer <<

Nah ini kerjaan yang penuh kreatifitas dan mengasah kemampuan dalam mengoprek2 komputer... hahaksss


>> ngumpul ama temen2 sambil rujakan <<

waaah pada bagian nie rutinitas yang mesti aku lakuin tiap liburan, ngajak temen yang pada pulkamp. y lumayan sekalian reunian. hoho


Naah selain diatas, ada lagi enggak ya yang bisa kita lakukan buat ngisi waktu liburan??

Read more..

IP anda

IP

Right

Daftar Link