Ads 120 X 160px

Minggu, 02 Mei 2010

4 Cara Deteksi Kebohongan Pria

Kenali tanda-tanda seorang pria berbohong agar Anda bisa mengetahui kebenaran yang sebenarnya merupakan hak Anda.

1. Ucapannya Tidak Konsisten
Bila setiap kali Anda bertanya pertanyaan yang sama dia menjawabnya tidak konsisten, itu menandakan ada sesuatu yang disembunyikan. Misalnya ketika Anda bertanya sedang ada di mana, detik itu ia menjawab sedang rapat di kantor. Namun, sore harinya Anda bertanya lagi dengan cara dan kalimat yang berbeda, dia memberi jawaban yang lain pula. Coba desak lagi dengan mengatakan, "Tadi pagi kayaknya kamu bilang lagi rapat di kantor, deh, kok sekarang kamu bertemu dengan klien?" Biasanya ia akan menghindar dan mencoba cari topik lain yang baru. "Ya, begitulah pria, ketika sedang berbohong, ia cenderung tidak konsisten terhadap pernyataannya," kata Newberry.

2. Jawaban Terlalu Detail
Bila Anda hanya memberi pertanyaan sederhana, namun ia menjawab secara detail, itu juga menunjukkan dia sedang berbohong. Misalnya, Anda bertanya, "Kok baru datang, dari mana saja?" Lalu ia menjawab, "Dari bengkel, betulin mobil, mesinnya enggak bisa di-starter, eh, tadi di bengkel ketemu teman lama, teman SMP, ya udah ngobrol ngalor ngidul, kebetulan pemilik bengkelnya itu temannya, enggak enak, kan ninggal begitu saja, jadilah kita ngobrol lagi, jadinya telat deh sampai ke sini." Terlalu banyak informasi yang dia berikan pada Anda. Menurut Newberry, jawaban seperti ini mengindikasikan dia sudah mempersiapkan jawabannya secara rinci agar tidak ketahuan oleh Anda.

3. Gagap atau Speechless
Cara lain yang bisa Anda lakukan untuk menangkap kebohongannya adalah dengan melontarkan pertanyaan yang tak terduga atau di luar konteks. Misalnya kalau Anda dan dia sedang seru-serunya ngobrol tentang film, coba selipkan pertanyaan lain. Kalau dia terlihat gagap, speechless, atau bahkan tidak mampu menjawab, itu juga tanda dia sedang berbohong. "Sekitar 4 persen orang yang berbohong tidak akan bisa menjawab pertanyaan tak terduga dan di luar konteks," kata Newberry.

4. Cari Tahu Kebenaran
Meski terindikasi berbohong, pasti ada hal yang dilontarkannya dengan benar. "Lebih penting mengetahui kebenaran daripada sebuah kebohongan," kata Newberry. Sebaiknya Anda ketahui kebenarannya dan cari penyebab mengapa dia berbohong.

Read more..

13 Cara Mencari Soulmate

Soulmate adalah orang yang mampu melengkapi diri kita

Setiap orang tentu berharap dapat menemukan soulmate atau belahan jiwanya. Umumnyasoulmate diartikan sebagai seseorang yang mampu melengkapi diri kita. Namun, menemukan soulmate bisa dibilang gampang-gampang susah. Siapa yang tahu, setelah Anda menghabiskan waktu sekian lama untuk berkenalan dengan si A atau si B demi menemukan sang soulmate, dia ternyata justru orang yang selama ini Anda kenal. Karena itu, untuk mempermudah pencarian Anda, yuk, coba 13 cara ini:

1. Sebelum memulai pencarian untuk menemukan soulmate Anda, ada baiknya membuat daftar terlebih dulu tentang kriteria dan kualitas soulmate seperti apa yang Anda harapkan untuk dapat melengkapi diri Anda. Daftar ini akan membantu Anda untuk fokus dengan sasaran yang dicari.

2. Cobalah untuk mengevaluasi perjalanan cinta Anda dan mengidentifikasi setiap kegagalannya. Bila selama ini, Anda tak bisa bertahan dalam sebuah hubungan untuk waktu yang lama dan selalu menjalin hubungan dengan tipe orang yang sama, bisa jadi selama ini Anda berhubungan dengan orang yang salah.

3. Jangan selalu menunggu. Sesekali sah-sah saja kok main mata dengan seseorang yang menarik perhatian Anda ketika sedang berkunjung ke kantor klien. Coba deh meliriknya sejenak, lalu kembali berbicara serius dengan teman Anda, dan meliriknya kembali beberapa menit kemudian. Percaya deh,si dia akan menerima sinyal ketertarikan Anda.

4. Jika Anda baru saja putus cinta, tak perlu terburu-buru untuk menemukan penggantinya. Beri waktu pada diri Anda untuk memperbaiki suasana hati. Ini akan membuat hati Anda lebih siap untuk menjalin hubungan baru, tanpa dibayangi luka masa lalu.

5. Kalau selama ini Anda sering berjalan-jalan berkelompok bersama teman-teman, sesekali cobalah menghabiskan waktu untuk pergi ke tempat favorit Anda sendirian. Karena, biasanya pria akan enggan menghampiri Anda untuk berkenalan saat Anda sedang jalan beramai-ramai.

6. Jika Anda termasuk penikmat konser musik, sesekali cobalah berpartisipasi menjadi
volunteer sebagai panitia konser. Selain dapat menambah networking, kemungkinan bertemu soulmate juga terbuka, lho. Siapa tahu, soulmate Anda justru sang bintang konser.

7. Hasil sebuah penelitian pernikahan mengungkapkan, bahwa pernikahan yang paling stabil adalah pernikahan yang melibatkan 2 orang dengan banyak kesamaan. Rahasia pasangan sejati adalah ketika Anda tak membutuhkan orang lain untuk membuat Anda dan si dia bahagia. Jadi, bila Anda sudah menemukan seseorang seperti ini, sebaiknya pertahankan si dia. Bisa jadi, dia memang
soulmate Anda.

8. Nikmati saat-saat
single. Anda tak perlu terburu-buru menemukan seseorang hingga menerima siapa pun pria yang ada di depan mata, hanya karena teman-teman Anda mulai banyak yang menikah. Manfaatkan waktu single Anda untuk meningkatkan kualitas diri, bisa dengan memperbanyak teman atau mengikuti berbagai kursus.

9. Menurut John Gray, penulis buku
Mars and Venus on a Date, untuk menemukan jodoh, ada kalanya seorang perempuan saat sedang makan di sebuah restoran perlu berdiri berulang kali dari kursinya dan menuju ke toilet, sehingga beberapa orang pria sempat melihatnya dan tertarik. Jika seorang pria tertarik, maka ia berani mengambil risiko untuk menghampiri Anda.

10. Cobalah ingat kembali siapa yang selalu ada untuk Anda dalam situasi apa pun. Ketika Anda sedang mengalami kesulitan, dialah yang pertama kali terlintas di pikiran Anda, begitu pun ketika Anda ingin berbagi kesenangan. Belahan jiwa, takkan takut menemani Anda dalam situasi apa pun. Siapa tahu, dia adalah sahabat atau orang-orang di sekeliling Anda.

11. Cobalah lakukan hal-hal yang selama ini tak pernah anda lakukan. Bila Anda tak suka olahraga, mulai sekarang cobalah untuk menentukan jadwal berolahraga, karena Anda tak pernah tahu di mana dapat menemukan sang belahan jiwa. Bisa jadi, justru di tempat yang tak biasa Anda kunjungi.

12. Tak perlu berusaha terlalu keras untuk mengubah seseorang demi menjadi
soulmate yang Anda harapkan. Bukan hanya dia, Anda pun tentu ingin menjadi diri Anda apa adanya. Karena itu, belajarlah menerima si dia apa adanya, seperti dia menerima Anda. Sebab, bila Anda selalu meminta orang lain untuk berubah, Anda takkan menemukan belahan jiwa sejati Anda.

13. Jadilah seseorang yang ingin Anda cintai. Daripada menanti kehadiran
soulmate dengan pasrah, cobalah membuat diri Anda menjadi seseorang yang ingin Anda temui. Anda tentu mengharapkan berbagai hal baik darisoulmate Anda, cobalah menerapkannya pada diri sendiri, ini tentu akan membuat Anda merasa lebih nyaman dan bahagia. Bila aura positif terpancar dari diri Anda, tentu kesempatan bertemu soulmate makin dekat. Apalagi, biasanya pria tertarik dengan perempuan yang memiliki kesamaan minat dan sikap.

Read more..

Peran Orangtua Berubah Mengikuti Usia Anak

Jurang pemisah dalam hubungan orangtua dan anak seringkali menonjol saat anak tumbuh remaja. Penyebabnya orangtua tidak menyadari peran yang harus selalu berubah mengikuti perkembangan kepribadian dan usia anak.

Psikolog remaja Roslina Verauli mengatakan, orangtua harus paham bahwa perannya selalu berubah. Kapan saatnya menjadi
baby sitter, dan kapan saatnya menjadi teman, namun tetap memberikan supervisi.

Jika remaja mulai memasuki pengalaman gebet-menggebet misalnya, orangtua tidak memahami bagaimana gaya gebetan remaja. Seringkali orangtua melarang anak karena khawatir terjebak pergaulan negatif. Akhirnya terjadi
gapdalam hubungan orangtua dan anak, sehingga anak lebih terbuka kepada orang lain (teman) daripada keluarganya.

"Anak berkembang dan bertumbuh, sementara peran orangtua dalam menjalani masa tumbuh kembang anak ini tidak sama. Orangtua harus melihat perubahan di sekitarnya, sehingga pola asuh mereka berubah menyesuaikan perkembangan anak," papar Vera, dalam
media briefing Lomba Serangan Cinta Cornetto di Jakarta, Kamis (29/4/2010) lalu.

Orangtua perlu mendengarkan anak-anak, terutama remaja, tegas Vera. Dalam dunia gebetan anak-anak misalnya, tak semua orangtua bisa mengerti konsep gebetan pada remaja. Padahal, Vera melanjutkan, dating pada remaja lebih kepada having fun, bukan mengarah kepada komitmen serius seperti dating pada usia 20-an.

Menurut Vera, orangtua perlu mengenali pertumbuhan remaja dengan menjadikannya sebagai teman, dan mendiskusikan masalah. Vera menyebutkan peran orangtua menyesuaikan perkembangan usia dan kebutuhan anak seperti:
Usia 0 - 2 tahun: Orangtua berperan sebagai
baby sitter.
Usia 3 - 6 tahun: Orangtua berperan sebagai pengasuh sekaligus menanamkan nilai moral.
Usia 6 - 12 tahun: Anak sudah mengenal pertemanan, sehingga orangtua berperan sebagai teman tetapi masih memberikan supervisi.
Usia 13 - 20 tahun: Orangtua berperan sebagai teman tetapi menjalin hubungan dengan diskusi. Artinya supervisi yang diberikan orangtua masih dibutuhkan namun dengan diskusi, dan bukan mengarahkan menurut kemauan orangtua.


Read more..

Latihan untuk Menambah Tinggi Badan

Dalam artikelnya yang berjudul Improve Your Posture di majalah Women's Health, Drew DeMann, PhD, mengatakan bahwa kurang olahraga bisa menyebabkan Anda terlihat lebih pendek. Selain itu juga menghambat aliran darah, yang menyebabkan gangguan pencernaan.

Postur tubuh yang baik akan meningkatkan sirkulasi darah, dan membuat tubuh Anda terlihat lebih tinggi. Memperbaiki postur tubuh juga akan membantu mengurangi sakit kepala dan sakit pada leher. Untuk itu, Sarka-Jonae Miller -personal trainer yang menguasai martial arts dan yoga- menyarankan untuk melakukan latihan memperbaiki postur tiga kali seminggu. Dua jenis latihan yang disarankannya adalah:



Pegang dumbbell saat duduk di stability ball, lalu putar pundak.

Mengayuh di stability ball
1. Duduklah di atas
stability ball. Letakkan kaki Anda mendatar di lantai dengan jarak selebar pinggul. Pegang sepasang dumbbell dengan kedua tangan. Tekuk siku di kedua sisi tubuh dengan sudut 90 derajat, langsung di bawah pundak.

2. Tarik siku Anda ke belakang, berikut kedua tulang belikat Anda. Dorong pundak jauh ke bawah dari telinga ketika Anda memutar pundak dan menarik nafas. Jaga dagu Anda tertarik ke belakang saat memutar pundak, sehingga dagu tidak menonjol ke depan.

3. Bawa kembali lengan dan siku ke posisi awal, dengan siku di bawah pundak. Jaga postur tulang belakang tetap lurus, dan kunci perut Anda saat melakukan latihan ini.

4. Ulang gerakan ini 10 kali, dalam tiga set.

5. Awali latihan Anda dengan dumbbell seberat 2 kg, dan gunakan dumbbell yang lebih berat jika latihan sudah terasa ringan.


Berbaring dengan punggung menempel di lantai dengan kepala diganjal.

Peregangan tulang belakang
1. Berbaringlah telentang di lantai atau di atas matras. Letakkan kaki di lantai dengan lutut menekuk. Taruh bantal atau handuk yang digulung untuk mengganjal kepala.

2. Posisikan punggung bawah Anda rata di lantai. Biarkan punggung bawah menjadi rileks, dan menempel di matras untuk meregangkan tulang belakang.

3. Ambil nafas dalam-dalam melalui hidung. Tetaplah berbaring dalam posisi ini selama 20 menit. Berpikirlah untuk tetap melepaskan ketegangan di tulang belakang dan tulang panggul Anda.

4. Lakukan latihan ini setiap hari selama beberapa minggu. Menurut Richard Brennan, PhD, profesor di Department of Biochemistry and Molecular Biology, University of Texas, latihan ini dapat menambah tinggi badan hingga 1,27 cm.

Gerakan yoga 'downward-facing dog' juga merupakan latihan peregangan tulang belakang.

Tips
Latihan yoga juga membantu memperbaiki fleksibilitas dari tulang belakang, dan memperbaiki kekuatan poros tubuh Anda. Postur yoga seperti
downward facing dog, dan upward facing dog dapat meregangkan tulang belakang Anda. Gerakan full boat pose dan and locust pose juga merupakan postur yang menguatkan poros tubuh dan memperbaiki postur tubuh Anda.

Gerakan yoga "upward facing dog"


Read more..

Empat Kebiasaan Buruk yang Bikin Cepat Tua

Merokok tak baik untuk setiap sel tubuh Anda. Berhentilah.

Tidak hanya kebiasaan marah yang membuat kita cepat tua, seperti sering disebut-sebut orang. Ternyata, empat kebiasaan buruk, seperti merokok, mengonsumsi minuman beralkohol lebih dari tiga gelas per hari, berolahraga kurang dari dua jam per minggu, serta makan sayur dan buah kurang dari tiga porsi sehari dapat membuat seseorang lebih tua 12 tahun dari usianya.

Kesimpulan tersebut diperoleh melalui studi selama 20 tahun terhadap 4.886 orang dewasa di Inggris yang dipilih secara acak. Sebanyak 314 orang dari para responden tersebut sama sekali tidak mempunyai keempat kebiasaan itu dan hanya 32 di antaranya yang meninggal dunia.

Secara keseluruhan, kematian disebabkan penyakit jantung dan kanker. Mereka yang menjalani empat kebiasaan buruk itu juga lebih dari orang-orang sebaya dengan cara hidup sehat. "Tidak perlu upaya ekstrem untuk masuk kategori hidup sehat, yang penting konsisten dan menghindari faktor risiko," ujar ketua tim peneliti Elisabeth Kvaavik dari Universitas Oslo. Temuan itu juga tidak berarti bahwa dengan menjalani pola hidup sehat, seseorang akan hidup lebih lama dari lainnya. Akan tetapi, dengan menghindari faktor risiko, setidaknya langkah ini meningkatkan peluang berumur panjang," ujarnya.

Read more..

Berpacaran Positif untuk Remaja?

Hubungan pertemanan pada remaja bisa berubah menjadi cinta-cintaan. Jika anak remaja Anda sudah mengenalkan pasangannya, maka jangan dulu cemas karena dunia gebetan pada remaja punya sisi baik untuk kepribadian anak. Syaratnya, supervisi orangtua tetap kuat, dengan cara diskusi terbuka.

Menurut psikolog remaja Roslina Verauli, masa remaja adalah waktu puncak membangun konsep diri, termasuk untuk eksistensinya. Menjalin pertemanan dan memiliki perasaan lain yang berbeda terhadap lawan jenis merupakan salah satu ekspresi emosi remaja.

Lantas, sejauh mana hubungan lawan jenis pada remaja ini memengaruhi perkembangan kepribadian anak? Vera menyebutkan:

Memenuhi kebutuhan rekreasi
Dating pada remaja hanya untuk having fun, dan ini memenuhi kebutuhan anak terhadap rekreasi. Kegiatannya juga hanya untuk senang-senang, seperti nonton bareng, jalan bareng teman seusianya, atau belajar bersama.

Mengembangkan kemampuan sosial
Anak belajar tipe manusia, perempuan dan laki-laki, dengan hubungan "pertemanan" ini. Remaja juga belajar etiket antara perempuan dan laki-laki. Hubungan interpersonal sedang didalami pada masa ini.

Belajar membuka diri
Tak mudah untuk membuka diri kepada orang lain. Di sini, anak belajar membangun kedekatan, saling percaya, dan berbagi.

Read more..

Kapan Saatnya Orangtua Melarang Remaja Berpacaran?

Perhatikan pergaulan putra-putri Anda. Gaya pacaran remaja hanya untuk senang-senang bukan intimasi apalagi berkomitmen.

Gaya berpacaran remaja lebih pada having fun dan bukan hubungan yang mengarah komitmen, seperti masa pacaran di atas usia 20 tahun. Di atas usia ini, hubungannya lebih intimate atau eksklusif secara emosional, passionate, dan mengarah pada pernikahan. Namun, dengan konsep diri yang terbangun baik, remaja lebih percaya diri dan tidak akan melakukan tindakan negatif saat berpacaran.

"Remaja sekarang mempunyai pilihan, termasuk dalam berteman. Apalagi dengan kecanggihan teknologi di mana anak bisa membangun pertemanan melalui jejaring sosial, misalnya. Remaja dengan konsep diri yang baik akan tahu cara menggebet yang benar. Peran orangtua adalah sebagai teman dan tidak menggurui," ujar psikolog remaja, Roslina Verauli, dalam media briefing kompetisi foto bagi remaja, "Lomba Serangan Cinta Cornetto", di Jakarta, Kamis (29/4/2010).

Menjadi mengkhawatirkan jika anak usia remaja menjalani pacaran dengan gaya usia matang. Anda bisa mengamati ciri-cirinya, di mana anak mulai mengalami ketergantungan kepada orang lain, termasuk kepada sang pacar.

"Remaja yang kesepian, merasa tidak punya kelebihan yang bisa dibanggakan, dan tidak mengenali dirinya cenderung akan bergantung kepada orang lain. Termasuk saat memasuki masa gebet-menggebet yang tidak lagi untuk bersenang-senang," jelas Vera, menambahkan, orangtua perlu lebih tegas dengan membantu anak memperbaiki konsep dirinya.

Artinya, jika anak remaja Anda sudah menunjukkan tanda berpacaran seperti orang dewasa, sebaiknya minta anak untuk menyudahi pacaran. Ajak anak mengenali dirinya dengan melibatkan dalam kegiatan ekstrakurikuler, ajang kompetisi, memiliki pertemanan yang sehat, dan mendukungnya untuk berprestasi.
Read more..

IP anda

IP

Right

Daftar Link